Senin, 10 November 2008

Pengembangan Perpustakaan Digital Berbasis Web di Perpustakaan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

1) Latar Belakang Masalah

Perpustakaan sebagai institusi yang bertugas mengelola bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan berupa buku (non book material) sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Perpustakaan berperan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang seiring dengan menulis, mencetak, mendidik dan kebutuhan manusia akan informasi. Perpustakaan membagi rata informasi dengan cara mengidentifikasi, mengumpulkan, mengelola dan menyediakannya untuk umum[Arif, 2003].

Perpustakaan sebagai pemberi layanan kepada pemakai atau pengunjung memerlukan metode-metode pelayanan yang bersifat cepat, mudah dan efisien. Layanan perpustakaan yang masih bersifat manual menimbulkan berbagai kendala dalam pemberian layanan, misalnya : petugas perpustakaan dalam memberikan layanan sirkulasi harus mencatat data buku yang dipinjam ke kartu perpustakaan dan kartu kontrol perpustakaan sehingga layanan menjadi lambat karena memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu sulitnya pencarian data buku yang ada di perpustakaan karena mahasiswa yang ingin mencari buku harus mengecek ke tiap rak untuk memperoleh buku yang mereka inginkan. Data buku hanya diarsip dalam buku besar perpustakaan sehingga pemutakhiran data koleksi buku memerlukan waktu relatif lama dan kurang akurat. Uraian diatas memberikan gambaran bahwa sistem manual yang ada sekarang ini tidak memberikan akses yang optimal terhadap pemberian layanan kepada pengunjung.

Kemajuan teknologi informasi dan komputer (TIK) yang merupakan perpaduan antara dunia teknologi informasi dan komputer dengan menawarkan peluang sangat besar untuk menunjang kelancaran tugas-tugas di berbagai bidang kehidupan termasuk di dalamnya bidang perpustakaan. Salah satu fitur yang dapat dikembangkan dalam bidang perpustakaan adalah pemanfaatan teknologi barcode. Pemanfaatan barcode dalam sistem informasi layanan perpustakaan memberi kemudahan kepada petugas dalam pemberian layanan kepada pengunjung. Sehingga kendala-kendala dalam memberikan layanan kepada pengunjung dapat diminimalkan. Sistem informasi layanan perpustakaan berbasis teknologi barcode dipilih menjadi alternatif pemberian layanan mengingat Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) sudah mengembangkan kartu mahasiswa yang dilengkapi dengan barcode. Mahasiswa hanya menyerahkan kartu mahasiswa untuk registrasi menjadi anggota perpustakaan. Sehingga tidak perlu mencetak kartu perpustakaan sebab kartu mahasiswa sekaligus berfungsi sebagai kartu perpustakaan. Sistem informasi layanan perpustakaan berbasis teknologi barcode memberikan banyak keuntungan bagi perpustakaan diantaranya : penggunaannya mudah, data yang disimpan akurat dan mudah dimutakhirkan, serta informasi data anggota dan koleksi perpustakaan dapat diakses kapan saja diperlukan.

2) Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut :

a. bagaimanakah rancangan perpustakaan digital berbasis web ?

b. bagaimanakah pengembangan perpustakaan digital berbasis web?

3) Tujuan dan Manfaat

4.1 Tujuan

Kegiatan penelitian ini bertujuan menghasilkan perpustakaan digital berbasis web sebagai alternatif pemberian layanan perpustakaan. Tujuan kegiatan penelitian ini dalam skala yang lebih luas adalah teratasinya kendala dalam pemberian layanan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan. Secara lebih spesifik tujuan kegiatan penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut :

c. dihasilkan rancangan perpustakaan digital berbasis web

d. dihasilkan perpustakaan digital berbasis web

4.2 Manfaat

Manfaat dari pelaksanaan kegiatan penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan pihak yang diharapkan dapat merasakan manfaat kegiatan ini yakni petugas perpustakaan, tim peneliti, dan pengguna layanan perpustakaan.

1. Manfaat Bagi Petugas Perpustakaan

Bagi petugas perpustakaan, hasil kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat-manfaat berikut :

a. tersedianya alternatif layanan perpustakaan untuk memberikan layanan kepada pengguna perpustakaan

b. teratasinya kendala-kendala yang muncul pada layanan perpustakaan yang bersifat manual

2. Manfaat Bagi Tim Peneliti

Bagi tim peneliti, hasil kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat-manfaat berikut :

a. diperolehnya pengetahuan pengaplikasian kemajuan TIK sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan melalui pengembangan perpustakaan berbasis web.

3. Manfaat Bagi Pengguna Layanan Perpustakaan

Bagi pengguna layanan perpustakaan, hasil kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat-manfaat berikut :

a. Memudahkan pegguna layanan perpustakaan dalam mencari informasi koleksi bahan pustaka tanpa harus datang ke perpustakaan karena dapat diakses melalui internet.

4) Implikasi Penelitian

Temuan dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap layanan Perpustakaan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha, yang diharapkan dapat berimbas pada peningkatan penggunaan perpustakaan.

Dari hasil penelitian ini juga bisa berimplikasi terhadap kebijakan pengadaan sarana dan prasarana perpustakaan, terutama kebijakan pengadaan sarana layanan informasi perpustakaan dalam upaya mengoptimalkan layanan Perpustakaan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha

5) Kajian Pustaka

6.1 Layanan Perpustakaan

Sistem layanan yang dipakai di suatu perpustakaan adalah sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka adalah sistem dimana anggota dapat langsung menuju rak penyimpanan koleksi setelah menemukan kode buku di kartu katalog. Sistem tertutup adalah dimana pengguna tidak boleh langsung ke rak penyimpanan koleksi, namun harus melalui rak katalog terlebih dahulu, kemudian memberikan kode buku ke petugas layanan dan petugas tersebut mencarikan ke rak koleksi (Bafadal, 2005:125).

Layanan perpustakaan yang sering dilakukan oleh setiap perpustakaan antara lain :

a. Layanan Ruang Baca

Layanan ruang baca dapat dipergunakan oleh semua anggota maupun non anggota perpustakaan untuk membaca Koran, majalah atau koleksi lainnya, tanpa membawa koleksi tersebut keluar ruang perpustakaan.

b. Layanan Sirkulasi

Layanan sirkulasi digunakan oleh pengguna perpustakaan untuk meminjam dan mengembalikan koleksi, jadi tempat keluar masuknya koleksi perpustakaan. Masyarakat yang diperbolehkan meminjam koleksi perpustakaan adalah masyarakat yang sudah mendaftar menjadi anggota perpustakaan.

c. Layanan Rujukan

Layanan rujukan merupakan layanan yang dilakukan perpustakaan untuk membantu pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Layanan rujukan yang biasa dilakukan perpustakaan antara lain :

· Layanan rujukan cepat memberikan informasi yang bersifat umum, mudah dan cepat memenuhinya. Misalnya pertanyaan mengenai di rak mana buku yang dicari dapat ditemukan.

· Layanan penelusuran memberikan bantuan dalam penelusuran literatur dengan alat-alat penelusuran literatur seperti abstrak, indeks, katalog dan lain-lain.

· Layanan bimbingan memberikan bimbingan kepada pengguna untuk menggunakan koleksi rujukan, menggunakan katalog perpustakaan dan sebagainya.

· Layanan fotocopy memberikan layanan bagi pengguna baik anggota maupun non anggota yang membutuhkan sebagian informasi dari buku atau artikel majalah.

Untuk menemukan informasi yang diperlukan oleh pengguna dengan cepat dan tepat, maka penelusuran dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu:

a. Manual

Penelusuran secara manual ini dilakukan dengan menggunakan katalog perpustakaan. Katalog perpustakaan merupakan wakil dari koleksi milik perpustakaan. Karena dalam katalog tersebut terdapat informasi mengenai judul, pengarang, edisi, cetakan, data penerbit (kota terbit, penerbit, dan tahun terbit), deskripsi fisik (jumlah halaman buku), subjek, dan buku klasifikasi dokumen tersebut.

Penyusunan katalog perpustakaan ada dua macam yaitu disusun seperti kamus (dictionary catalog) dan susunan terbagi (devided catalog). Susunan seperti kamus (dictionary catalog), kartu-kartu katalog disusun menurut abjad dengan menggabungkan catalog pengarang, judul dan subjek menjadi satu jajaran. Susunan terbagi (devided catalog) ini juga disusun menurut abjad namun katalog judul, pengarang dan subjek terpisah. Ada juga yang membagi katalog judul dan pengarang menjadi satu, katalog subjek sendiri.

Untuk memudahkan penelusuran lewat katalog berbentuk kartu ini, pengguna dapat menelusur lewat pengarang, judul maupun subjek. Pada waktu melakukan penelusuran sebaiknya pengguna meyediakan kertas dan alat tulis. Apabila pengguna menelusur lewat pengarang, maka perlu diingat, bahwa nama pengarang yang tercantum adalah belakang/ keluarga dari pengarang tersebut.

b. Elektronik/Komputer

Pada era globalisasi saat ini sudah banyak perpustakaan yang melakukan penelusuran melalui komputer. Perpustakaan yang melakukan penelusuran melalui komputer mempunyai database/ pangkalan data yang berisi data seluruh koleksi yang dimiliki perpustakaan. Penelusuran melalui komputer memudahkan pengguna karena pengguna hanya mengatikkan kata kunci dari subjek yang diinginkan sehingga waktu yang diperlukan untuk melakukan penelusuran relatif singkat.

6.2 Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data buku (tulisan) dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan sering munculnya istilah tersebut dalam workshop, simposium, atau konferensi. Selain itu perpustakaan digital juga berarti kumpulan koleksi atau dekumen yang terorganisir dalam format elektronik, tersedia di internet atau CD-ROM (compact-disk read-only memory). Seperti perpustakaan pada umumnya, pengunjung perpustakaan digital juga dapat mengakses semua koleksi: buku, referensi, juga jurnal yang dimiliki perpustakaan digital tersebut. Bedanya, semua koleksi itu bukan lagi berupa kertas atau media konvensional lainnya, tetapi dalam bentuk dokumen digital (www.ilmukomputer.com, Juli 2003).

Jurusan D3 Manajemen Informatika UNDIKSHA Singaraja saat ini masih mengalami kesulitan dalam menangani banyaknya buku, referensi, dan jurnal yang masuk di tiap tahunnya. Sehingga pengunjung yang ingin mencari data-data yang diinginkan serta mahasiswa yang khususnya ingin mencari dan melihat ada tidaknya judul referensi TA atau PKL di tahun sebelumnya akan mengalami kesulitan sehingga diperlukan penanganan yang intensif dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, dibuatlah suatu Rancangan dan Pengembangan Perpustakaan Digital Berbasis Web di Jurusan D3 Manajemen Informatika UNDIKSHA Singaraja dimana tujuannya untuk mempermudah dan mengefisiensikan waktu dalam pencarian data yang diinginkan, serta dapat mengurangi kesulitan yang dialami oleh pengunjung. Sehingga secara tidak langsung dapat mempermudah kinerja di jurusan.

6.3 Komponen Utama Perpustakaan Digital

Pada sebuah perpustakaan digital terdapat beberapa komponen utama yang sangat penting, yaitu:

6.1.1 Admin

Seorang admin memiliki peranan yang sangat penting pada sebuah perpustakaan digital. Tugas dari seorang admin antara lain melayani pendaftaran anggota, memasukkan data buku dan referensi, mengubah data buku dan referensi, menghapus data buku dan referensi, melayani transaksi pemesanan buku, serta melayani transaksi peminjaman dan pengembalian buku.

6.1.2 Buku

Buku merupakan salah satu komponen utama dalam perpustakaan digital ini. Di sini buku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Buku fisik

Buku fisik adalah buku yang nantinya dapat dipinjam fisiknya. Di perpustakaan digital ini dapat dilihat cover, judul, pengarang, dan penerbitnya sehingga sehingga dapat memudahkan dalam proses peminjaman atau pemesanan buku.

2. Buku non fisik

Buku non fisik adalah buku yang hanya berupa file elektronik saja. Di perpustakaan digital ini file tersebut dapat di download.

6.1.3 File

Pengertian file data yang ada disini, bisa diartikan sebagai suatu sarana yang bisa digunakan untuk menyimpan berbagai macam data, dengan memperhatikan faktor kemudahan dan keamanan dalam hal mencari kembali data yang bersangkutan. Pengertian file juga bisa disamakan dengan pengertian sebuah filling kabinet yang berfungsi untuk menyimpan berbagai macam arsip. Pengertian arsip diatas, sebenarnya lebih sesuai kalau dikatakan sebagai data yang tertulis diatas selembar kertas. Selembar kertas inilah yang disebut sebagai arsip.

Berbeda dengan file program, file data semata-mata berisi data. Setiap file data terdiri atas sekumpulan record data. Dalam contoh data mahasiswa, file data berisi kumpulan record data mahasiswa dengan item-item nim, nama, dan alamat. Masing-masing item disebut field. Jadi kumpulan field membentuk record sedangkan kumpulan record membentuk sebuah file.

6.1.4 Konsumen

Pada perpustakaan digital terdapat dua jenis konsumen yaitu non anggota dan anggota. Konsumen non anggota memiliki hak terbatas yaitu hanya dapat mencari informasi tentang koleksi buku dan referensi yang terdapat pada perpustakaan digital. Sedangkan untuk konsumen anggota memiliki hak yang lebih banyak yaitu melakukan pencarian informasi tentang koleksi buku dan referensi, pemesanan buku secara on line, melakukan transaksi peminjaman dan pengembalian buku secara on line melalui admin, serta dapat mendownload file yang tersedia. Jika konsumen ingin menjadi anggota, maka konsumen tersebut harus mendaftar melalui admin. Itu dikarenakan agar mengurangi terjadinya pendaftaran secara asal dan untuk memudahkan admin dalam mengendalikan sistem peminjaman buku.

7.2 Sistem Peminjaman dan Pemesanan Buku Di Perpustakaan Digital

Setiap peminjam atau pemesan harus mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu dengan mengisi data pendaftaran anggota baru.

Proses ini dilakukan dengan mengisi form isian pada kertas pendaftaran yang telah disediakan, kemudian form ini akan diberikan pada admin untuk dimasukkan pada suatu halaman pendaftaran anggota yang kemudian akan dimasukkan pada database di server.

7.3 Sistem Download Di Perpustakaan Digital

Setiap pengunjung harus mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu dengan mengisi data anggota secara on line lewat admin.

Proses download baru dapat dimungkinkan setelah seseorang telah menjadi anggota dari perpustakaan. Jika seseorang membrowse aplikasi sebagai guest maka dia tidak akan mendapatkan link untuk dapat melakukan download.

Seluruh file yang telah ada pada server dapat didownload oleh setiap anggota tanpa adanya suatu batasan file tertentu. Semua anggota dianggap mempunyai hak yang sama untuk melakukan download pada sistem ini.

7.4 HTML

HTML atau Hypertext Markup Language merupakan suatu bahasa pemrograman untuk membangun sebuah dokumen dalam bentuk halaman di web walaupun banyak orang yang keberatan menyebut HTML sebagai bahasa pemrograman karena terlalu sederhana, hanya terdiri atas tag sampai . Selain itu HTML tidak memiliki Looping seperti bahasa pemrograman lain.

Model kerja HTML di awali dengan permintaan suatu halaman web oleh browser. Berdasarkan URL (Uniform Resource Locator) atau dikenal dengan sebutan alamat internet, browser mendapatkan alamat web server, mengindekasi halaman yang dikehendaki dan menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan oleh web server. Selanjutnya web server akan mencarikan berkas yang diminta dan memberikan isinya ke browser. Browser yang mendapatkan isinya segera melakukan proses penterjemahan kode HTML dan menyampaikan ke layer pemakai.

7.5 PHP

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman web yang paling dikenal saat ini. PHP adalah kependekan dari “PHP: Hypertext Preprocessor “. Namun lambat laun terdapat beberapa orang menganggap PHP juga merupakan kependekan dari “Profesional HomePage” . sebuah produk yang pada awalnya mempunyai nama “Personal HomePage”, yaitu sebuah bahasa scripting yang dieksekusi di sisi server (server-side scripting language). Fungsinya untuk membuat sebuah web yang interaktif dan dinamis seperti halnya bahasa script lainnya, misalnya Active Server Pages(ASP), Java Server Pages(JSP), dan Allaire ColdFusion(CFM).

PHP dibuat pertama kali pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, seorang software engineer anggota team pengembang web server Apache. PHP untuk versi pertamanya ini, sebenarnya adalah sekumpulan script PERL yang digunakan Rasmus untuk membuat web pribadinya. Pada tahun selanjutnya (1996), Rasmus kembali menulis ulang kode – kode script PERL itu untuk diterapkan pada hal yang lebih kompleks dengan bahasa pemrograman C, seperti ditambahkannya fasilitas Form HTML dan fasilitas untuk memproses database. PHP versi kedua ini diberi nama PHP/FI (Setiawan Suryatmoko,2003).

Konsep kerja PHP sangat sederhana, bahkan lebih sederhana dari CGI, sehingga dalam membuat suatu dokumen PHP, cukup membuat HTML biasa, hanya saja ditambahkan kode-kode program yang di apit dengan tanda . Dalam hal ini intepreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP ini berjalan pada sisi server (disebut server side). Ketika berkas PHP yang diminta didapatkan oleh web server, isinya segera dikirimkan ke mesin PHP(PHP Engine) dan mesin inilah yang memproses dan memberikan hasilnya yang memberikan kode HTML ke web server. Selanjutnya web server menyampaikan kode ini ke dalam client (Fernando Sitindaon,2003).

Pemrograman yang berjalan pada server banyak sekali. Setiap program mempunyai kelebihan dan kekurangan. Saat ini banyak website yang menggunakan program PHP sebagai dasar pengolahan data. Beberapa keunggulan yang dimiliki program PHP adalah:

  1. PHP Memiliki tingkatan akses yang lebih cepat.
  2. PHP memilki tingkat lifecycle yang cepat sehingga selalu mengikuti perkembangan teknologi internet
  3. PHP memiliki tingkat keamanan yang tinggi
  4. PHP mampu berjalan di beberapa server yang ada, misalnya Apache, Microsoft IIS, PWS, APLserver, phttpd, fhttpd, dan Xitami
  5. PHP mampu berjalan di Linix sebagai platform system operasi utama bagi PHP, namun juga dapat berjalan di FreeBSD, Unix, Solaris, Windows, dan yang lain
  6. PHP juga mendukung akses ke beberapa database yang sudah ada, baik yang bersifat free/gratis ataupun komersial.

7.6 Basisdata (Database)

Menurut Fathansyah (1999), basisdata merupakan kumpulan field/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Satu basisdata menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perisahaan/instansi dalam batasan tertentu (Kristanto, 1999). Basisdata (Database) dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang yaitu himpuman kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Selain itu basisdata juga dapat diartikan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kabutuhan.

Jadi secara umum basisdata dapat diartikan sebagai sekumpulan data/informasi yang diatur berdasarkan kriteria tertentu yang saling berhubungan. Prinsip utamanya adalah pengaturan data, sedangkan tujuan utamanya yaitu kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali suatu data. Yang sangat diutamakan dalam basisdata adalah pengaturan/pemilahan/pengelompokan/pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai dengan fungsi/jenisnya.

Dalam sistem informasi ini akan digunakan basisdata (database) MySQL. MySQL adalah perangkat lunak database. Kelebihan database MySQL dibandingkan database lainnya adalah

1. MySQL memiliki sifat open source artinya siapa saja boleh menggunakannya dan tidak dicekal ( Bunafit Nugroho, 2004)

2. MySQL dapat juga dijalankan pada platform windows

3. MySQL menggunakan bahasa query standar yang dimiliki SQL ( Struktur Query Language ). SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur yang telah distandarkan untuk semua program pengaksesan database (Bunafit Nugroho, 2004 )

4. kemampuan penyimpanan data pada MySQL sangat baik

5. arsitekturnya yang khas menyebabkan MySQL ini sangat cepat dalam operasinya dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan (Wiryana, http://www.ilmukomputer.com, Juli 2003).

berdasarkan keunggulan – keunggulan diatas maka dapat disimpulkan bahwa MySQL sangat cocok untuk digunakan dalam pengembangan sistem informasi ini.

7.7 WEB

World Wide Web (WWW) atau yang lebih dikenal dengan nama web, merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet. Web pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet dengan menggunakan protocol yang dinamakan protocol HTTP (HyperText Tranfer Protocol). Pemakai dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web. Internet identik dengan web karena kepopuleran web sebagai standar interface dalam layanan-layanan yang ada di internet, dari awalnya sebagai penyedia informasi, kini digunakan juga untuk komunikasi dari email sampai dengan chatting dan melakukan transaksi bisnis (Commerce) (Beta Sidik, 2001).

Web memudahkan pengguna komputer untuk berinteraksi dengan pelaku internet lainnya dan menelusuri informasi di internet. Kini web telah diadopsi oleh dunia usaha dan dunia pendidikan sebagai bagian dari strategi teknologi informasi, karena beberapa alasan:

  1. Akses informasi murah
  2. Set up server lebih mudah
  3. Informasi mudah didistribusikan
  4. Bebas platform dalam arti informasi dapat disajikan oleh browser web pada sistem informasi mana saja karena adanya standar dokumen berbagai tipe data dapat disajikan.

6) Metode Penelitian

7.1 Jenis Penelitian

Kegiatan penelitian ini merupakan pembangunan perangkat lunak, bukan penelitian eksperimen maupun penelitian tindakan. Sasaran akhir yang diharapkan adalah menghasilkan rancangan dan implementasi sistem informasi layanan perpustakaan berbasis teknologi barcode.

7.2 Tempat Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian ini meliputi tempat pengembangan sistem dan tempat pelaksanaan uji kelayakan sistem. Pengembangan sistem dikerjakan di Perpustakaan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), sedangkan uji kelayakan sistem dilakukan di laboratorium komputer jurusan Manajemen Informatika Unversitas Pendidikan Ganesha.

7.3 Prosedur Penelitian

Pembangunan perangkat lunak sistem informasi layanan perpustakaan berbasis teknologi barcode mengikuti metodologi pengembangan perangkat lunak yaitu paradigma prototyping. Paradigma prototyping meliputi tiga tahapan sebagai berikut.

a. Penetapan Spesifikasi Kebutuhan Sistem

Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap kebutuhan sistem yang meliputi komponen layanan perpustakaan dan antarmuka program. Analisis kebuthan ini dilakukan melalui diskusi dengan petugas perpustakaan (pustakawan), pengkajian melalui buku-buku teks, dan observasi proses layanan perpustakaan. Produk yang diharapkan dari tahap pertama pengembangan berupa rancangan sistem yang dilengkapi dengan kebutuhan proses, data, rancangan antarmuka, dan interaksi di antara komponen pembangun sistem.

b. Implementasi Sistem

Pada tahap ini rancangan sistem diimplementasikan menggunakan beberapa tools seperti : PHP untuk bahasa pemrograman, My SQL untuk pengelolaan basis data. Pada tahap ini dihasilkan perpustakaan digital berbasis web.

c. Pemeriksaan/ Uji

Produk dari tahap implementasi harus memenuhi tuntutan kebutuhan layanan perpustakaan dan antarmuka. Masing-masing komponen ini dimintakan validasi dari nara sumber yang relevan yakni : pakar perpustakaan (pustakawan) dan pakar bidang pemrograman. Koreksi dari dari komponen ini akan dijadikan dasar perbaikan sistem. Sebelum dilakukan validasi oleh nara sumber terkait, dilakukan pula uji kasus yang menyangkut kebenaran logika, tampilan program, dan kontrol sistem. Penguji untuk kasus ini ditunjuk dari komponen petugas perpustakaan dalam kapasitasnya sebagai user.

Tidak ada komentar: